Monthly Archives: February 2013

Cara Menghitung Kebutuhan AC

Anda sekalian pengen pasang AC, tapi bingung gimana nentuin PK AC yang cocok buat ruangan Anda? Penggunaan AC (Air Conditioner) sebagai alat penyejuk ruangan sudah umum digunakan saat ini. Cuaca yang panas di daerah kota serta sulitnya membuat ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, membuat kebanyakan orang tidak nyaman bila berada dalam ruangan yang tidak ber-AC. Tetapi, menggunakan AC memang dapat membuat tagihan listrik membengkak. Sebagai masukan bagi anda untuk memilih AC,berikut saya akan menjelaskan tentang cara kerja AC dan tips dalam menggunakan AC.

Istilah umum yang ada bila kita membahas AC adalah PK. Mungkin pengertian PK sendiri masih belum diketahui bagi banyak orang. PK merupakan singkatan dari Paard Kracht (Daya Kuda). Ini adalah sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan BTU/h (British Thermal Unit per hour). BTU inilah yang menentukan tingkat kesejukan udara yang dihasilkan. Memang, untuk menghasilkan BTU yang besar memerlukan PK yang besar pula. Itulah sebabnya tingkat dingin yang dihasilkan oleh AC sering ditentukan berdasarkan PK nya.

Bagaimana menentukan PK yang sesuai bagi ruangan kita? Untuk menjawabnya, kita dapat menggunakan rumus berikut:

[Panjang Ruangan (m) x Lebar Ruangan (m) x Tinggi Ruangan/3 (m)] x 500

Lalu cocokkan dengan pembagian berikut:

AC ½ PK = ±5.000 BTU/h
AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h
AC 2 PK = ±18.000 BTU/h

Contoh Soal :

Ruangan kamar berukuran panjang 5 m, lebar 3 dan tinggi standar 3 m. Maka hasil perkaliannya menjadi
[5 x 3 x 3]/3 x 500 = 7500. Maka setelah dicocokkan dengan PK AC diatas, angka tersebut berada diantara 7000 dan 9000, jadi dapat digunakan AC dengan ¾ PK atau 1 PK.

Sebagai saran, sebaiknya digunakan AC berukuran 1 PK agar kerja AC tidak terlalu berat, karena bila yang digunakan AC ¾ PK, berarti AC harus bekerja lebih berat agar dapat menyesuaikan dengan ukuran ruangan.

Agar AC memberikan hasil yang maksimal dalam menyediakan udara yang segar berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

1.Sesuaikan ukuran ruangan dengan kapasitas AC.
2.Jangan diletakkan tepat di depan pintu, karena udara akan lebih mudah keluar ke ruangan lain.
3.Jangan letakkan AC terlalu dekat dengan atap. AC mengambil udara dari atas, maka bila terlalu dekat dengan plafon, ruang yang sempit menyebabkan udara yang masuk tidak maksimal.
4.Cuci filter AC 1 bulan sekali.
5.Lakukan pencucian evaporator AC 3 bulan sekali.

Outdoor AC

OUTDOOR AC adalah bagian terpenting dan termahal dalam lingkupan pendingin ruangan,
Banyak kejadian ac tidak dingin dikarenakan outdoor tidak berjalan normal, periksalah satu per satu di bagian outdoor, diantaranya:

  1. Jika outdoor tidak mau menyala / Fan tidak berputar, atau (fan kipas dan kompressor) tidak ada aktifitas, maka periksa terlebih dahulu bagian indoor ac tersebut, apakah posisi remot dalam keadaan benar? yaitu posisi cool dan temperatur dalam keadaan cool juga yaitu dibawah 20 derajat. remote ac berperan akitf dalam menghidupkan unit luar (outdoor ac).
  2. Kalau remot dalam keadaan benar, tapi outdoor tidak ada aktifitas, periksalah relay pada elektronik PCB indoor tersebut, apakah keadaan rusak / keadaan normal, jikalo relay dalam keadaan normal, cobalah langkah terahir, gantilah thermistor pada indoor ac.
  3. Jika keadaan diatas tidak ada masalah (indoor bagus), cobalah dengan pengetesan dengan cara langsung colok ke listrik, tanpa indoor (maksudnya : outdoor dilangsung colok ke listrik) pada terminal L dan N.
  4. Jika cara nomer 3 tetap tidak menyala, periksalah bagian terminal dan soket kabel pada unit outdoor.
  5. Jika terminal keadaan normal dan bagus, tapi ac tidak ada reaksi, (kipas dan kompressor) maka periksalah satu persatu pada bagian bagian outdoor tersebut, yaitu dengan pemeriksaan kipas, overload, relay (jika ada), dll.
  6. Jika terjadi kipas berputar dan kompressor tidak nyala, maka periksalah bagian overload nya,
  7. Jika kipas nyala, tapi kompressor tidak mau ngangkat, alias cuma berdengur lalu mati berulang, berarti startingnya yang rusak (starting kapasitor kompressor).
  8. Jika cara di atas sudah normal semua, dan semua perangkat outdoor nyala, maka isilah freon dan diukur daya menggunakan tang AMPERE, isilah freon tersebut dengan divacuum terlebih dahulu, dan dengan alat ukur amper, jika smua normal, berarti ac tersebut dalam keadaan normal. (sumber artikel:http://serviceac.sutikno.com)