Monthly Archives: September 2018

Chiller

Bagi saya, chiller merupakan kata yang hampir dibilang wajib untuk diucapkan, karena sehari-hari pekerjaan saya tidak lepas dari mesin yang bernama chiller, tentunya masih banyak diantara teknisi yang masih kurang tepat didalam mendefinisikan apa itu chiller, sehingga pada kesempatan ini saya berusaha menjabarkannya secara singkat dengan mengambil rujukan dari berbagai macam literatur mengenai pengertian chiller yang tepat.

Pengertian chiller yang bisa kita lihat di wikipedia ialah sebuah mesin yang memindahkan panas dari suatu cairan melalui kerja suatu kompressi uap ataupun siklus refrigerasi absorpsi, cairan ini kemudian dapat diedarkan melalui penukar panas ke udara dingin atau peralatan lain yang memerlukan.
Dari pengertian di atas jelas dapat diambil kesimpulan bahwa chiller bertugas mendinginkan air, sehingga semua mesin yang mendinginkan air disebut chiller (dengan catatan peruntukannya di bawah ini).

Untuk air yang didinginkan chiller, ada dua perbedaan peruntukannya:

  1. Untuk kebutuhan bangunan dan peralatannya, biasanya menggunakan air dengan temperature 4 s/d 7 °C.
  2. Untuk kebutuhan industri, biasanya menggunakan cairan glycool dengan temperature -5 s/d -8 °C.

Untuk perbedaan chiller dari segi pendinginan kondensernya, maka dibagi dua :

  1. Air Cooled Chiller, yaitu chiller yang menggunakan udara sebagai media pendingin kondensernya.
    Contoh Air Cooled Chiller,
    York-Air-Cooled-Chillers-YLPA-300x203
  2. Water Cooled Chiller, yaitu chiller yang menggunakan air sebagai media pendingin kondensernya.
    Contoh Water Cooled Chiller,
    water-cooled-chiller-300x171

sumber:https://teknisichiller.wordpress.com

Macam-macam compressor pada mesin pendingin

Berdasarkan konstruksinya, berikut macam-macam compressor yang umumnya digunakan di peralatan mesin pendingin AC.

Reciprocating
Yaitu menggunakan piston yang bergerak maju mundur untuk melakukan kompressi.
Reciprocating-Compressor-300x224
Rotary
Yaitu menggunakan piston yang berputar eksentrik, menggunakan blade yang berputar sebagai pembatas antara sisi hisap dengan sisi tekan.
rotary
Centrifugal
Yaitu tekanan hasil kompressi yang terjadi akibat adanya gaya sentrifugal.
Centrifugal-Compressor-300x213
Screw
Compressor jenis screw memiliki dua buah rotor yang terdiri dari male dan female, tekanan hasil kompressi terjadi ketika gas melewati rotor male dan female sehingga tertekan.
Screw-Compressor-300x165
Scroll
Tekanan hasil kompressi terjadi ketika gas memasuki scroll yang berputar dan terjepit scroll lainnya.
Scroll-Compressor-300x140

sumber:https://teknisichiller.wordpress.com